UjI ForMaliN Sederhana

Tema praktikum mata ajaran Gizi Ikani yang saya ambil pada semester ini tidak jauh-jauh dari formalin. Selama beberapa pertemuan, praktikum yang dilakukan adalah melakukan pengujian terhadap beberapa sampel produk (baik ikan maupun non-ikan). Ada beberapa metode yang dilakukan untuk pengujian kadar formalin yang terdapat di dalam produk. Namun sayangnya kebanyakan metode yang dilakukan hanya bisa dilakukan di laboratorium dan tidak bisa dilakukan oleh masyarakat awam. Hari Kamis (1/6/2006) lalu, ada suatu metode yang sangat sederhana yang diperkenalkan kepada kami. Metode ini bisa dilakukan oleh masyarakat dengan mudah.

Caranya yaitu :

Pertama, persiapkan bahan yang akan diuji sebanyak 5 gram saja, alat dan bahan yang akan digunakan. Bahan terserah bisa berupa apa saja : tahu, ikan, mie atau yang lainnya yang biasanya mengandung formalin. Alat yang diperlukan hanyalah sebuah kompor, panci, gelas tahan panas dan sendok. sedangkan bahan tambahan yang diperlukan yaitu asam kromatofat sebanyak 5 ml dan air murni (akuades) sebanyak 50 ml.

Kedua, nyalakan kompor, pasang panci, lalu rebus akuades hingga mendidih. Masukkan produk yang akan diuji ke dalam gelas, lalu rendam dengan akuades yang sudah mendidih. Masukkan asam kromatofat ke dalam gelas, lalu aduk semuanya dengan sendok. Produk yang mengandung formalin akan ditunjukkan dengan berubahnya warna air dari bening menjadi merah muda hingga ungu. Semakin ungu berarti kadar formalin semakin tinggi.

Ketiga, jika perlakuan di atas belum menghasilkan uji yang positif, pasang kembali panci ke atas kompor, rebus akuades yang baru, masukkan gelas yang berisi campuran produk, akuades lama dan asam kromatofat ke dalam panci. Waktu perebusan selama 20 menit dihitung sejak akuades yang baru mendidih.

Keempat, selamat mencoba, semoga bermanfaat.

PS : Metode ini dipresentasikan pada hari ini (3/6/2006) di Muara Angke oleh Ibu Linawati Hardjito dan Ibu Ella Salamah dari Departemen THPIPB di Muara Angke, Jakarta.

Pengujian ini bisa jadi tidak tampak secara visual jika produk yang diuji mempunyai kadar formalin kurang dari 8 ppm. Jika kadar formalin produk kurang dari 8 ppm (setara dengan 8 mg formalin dalam 1 liter air) silakan diamati dengan spektrofotometer.

Dari hasil pengujian yang dilakukan (tidak menggunakan metode sederhana di atas) berikut adalah produk-produk yang ‘sebaiknya’ diwaspadai di kawasan kampus IPB : bakso Banto** BARA, Bakmi Kantin Dolph**, Bakso Depan Pondok Sengk**, Ikan Asin di Tukang Sayur di Kampus Dalam, Kerang dalam berbagai versinya, dan lain-lain. Sedangkan produk yang ammmmmaaaaaan adalah ikan tongkol (Auxis sp).

About these ads

10 thoughts on “UjI ForMaliN Sederhana

  1. sederhana juga yah cara uji formalinnya. tapi kalo masyarakat umum yang gak begitu kenal dengan bahan2 dengan istilah ilmiah yang asing bisa cari bahan2 ini ke mana?

    * bisa tolong sebutin gak bahan2 berbahaya yang umumnya masuk dalam produk yang dikonsumsi masyarakat umum. nama dan dan istilah ilmiah-nya.

    makasih, salaam.

  2. Ping-balik: Chitosan part 2 « Bogor – Jakarta (hampir) Setiap Hari

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s