Bisnis Cireng di Kampus

melanjutkan tulisan tentang bisnis di area sekitar kampus. terkait juga dengan tulisan yang lalu.

Cireng atau Aci digoreng tampaknya kini menjadi salah satu komoditas bisnis yang menggiurkan. Walaupun hanya cireng, namun cireng yang beredar di sekitaran kampus ipb ini bukan cireng biasa. Beberapa hal terkait bisnis ini:

1. Memiliki berbagai macam rasa yang unik: kornet, kornet pedas, keju, ayam, sosis, dan lain-lain.

2. Dijual dengan menggunakan gerobak yang berlabel; seperti tahu bulat misihu/kayyahu. Tampaknya sudah menggunakan sistem frenchise.

3. Harga murah meriah, antara 1000-2000 rupiah.

4. Ada tiga brand yang menjual cireng di kampus.

Sinergi Bisnis Tukang Jamu dan Tukang Bakso

Well, setelah nulis tentang Bisnis Grontol Jagung dan Jejaring Bisnis Makanan di sekitar Kampus IPB, kini saya akan sedikit menceritakan pengalaman terkait hubungan antara bisnis tukang jamu gendong dengan tukang bakso.

Di lingkungan saya, hubungan antara tukang jamu gendong dengan tukang bakso, biasanya, merupakan hubungan yang intim. Sekali lagi, hubungan yang sangat intim. Ya iyalah, karena kebanyakan status mereka adalah suami dan istri :P . Jadi gini ceritanya… seperti sudah diketahui, tukang bakso adalah bermacam-macam asalnya, ada yang dari Malang, Wonogiri, Solo (pinggiran) dan lain sebagainya. Khusus yang sekarang terkait dengan tukang bakso van Wonogiri.

Hampir tiap pagi, tukang jamu langganan kami datang ke rumah. Dia tak hanya membawa dagangan berupa jamu. Namun juga dagangan lain, yaitu bakso daging. Usut punya usut, ternyata bakso tersebut adalah bikinan sendiri. Karena si tukang jamu gendong ini berasal dari Wonogiri, saya jadi berasumsi (demikian) bahwa bakso ini satu paket pembuatannya dengan bakso untuk mie bakso gerobakan yang biasa dibawa oleh tukang bakso gerobakan.

Sinergi yang bagus sekali menurut saya ;-) . Hanya saja, yang demikian ini setahu saya tidak berlaku sebaliknya. Maksud saya, belum pernah saya ketahui tukang bakso gerobakan membawa serta dagangan istrinya yang berupa jamu :-)

Jejaring Bisnis Makanan di Kampus

Sekitar 6 tahun saya tinggal di kawasan kampus IPB Darmaga Bogor. Selama itu pula saya menjadi penikmat berbagai jenis makanan. Banyaklah ;-) . Walaupun saya tidak setelaten istri saya untuk memperhatikan kualitas atau rasa dari makanan-makanan tersebut. Pokoknya lapar – makan – jalan – makan lagiH ;-) .

Waktu kemarin nulis tentang bisnis grontol jagung, saya teringat beberapa bisnis makanan lain di kampus IPB yang sifat berjualannya juga secara berkelompok (mempunyai jaringan) yang lumayan bagus. Bisnis makanan tersebut antara lain:

Lagi

Bisnis Grontol Jagung

Meski tinggal di daerah perkampungan, sekitar rumah saya(?) bukanlah tempat yang sepi. Aneka penjual makanan bersliweran, sampai-sampai istri saya hafal jam kedatangannya :-D . Salah satu yang unik bagi kami adalah penjual grontol jagung. Beberapa hal yang unik (imo):

1. Menggunakan gerobak kecil, lebih kecil jika dibandingkan dengan gerobaknya penjual es pung-pung. Sebagai tanda bahwa dia ‘ada’, si penjual menggunakan pompa ban sepeda yang bisa berbunyi seperti kereta yang ke Jawa ;-) . Hal ini tidak sebagaimana penjual es pung-pung yang menggunakan gong kecil atau penjual lain yang menggunakan terompet.

2. Stok dagangannya cuman sedikit, kotak wadah jagung grontolnya hanya berukuran 30x40x20 cm. Saya sempat bertanya, berapa pendapatan dia sehari. Ternyata, dengan menjual jagung grontol sesedikit itu, dia bisa mendapatkan omzet 120 ribu rupiah. Dipotong biaya plastik dan bahan baku (karena statusnya dia cuman menjualkan sahaja), dia mendapatkan uang 30 ribu.

3. Grontol jagungnya itu sendiri :-) . Setahu saya proses untuk membuat grontol sebagai berikut :

  • jagung yang sudah tua dipanen, dijemur hingga kering lalu dipipil (dilepas dari tongkolnya)
  • jagung kemudian dicuci, direbus (atau dikukus) hingga lunak, biasanya ini memakan waktu semalam
  • jagung yang sudah lunak dicampur dengan parutan kelapa, terkadang dibubuhi garam sehingga terasa sedikit asin.

Untuk penjual yang keliling di kompleks kami, menambahkan sedikit gula pasir. Rasanya lumayan enak. Bonusnya sendok (untuk makan grontol jagung) yang terbuat dari  daun kelapa.

Keterangan : gambar gugling

Formula Bisnis 2.COM Kemplu

Sesat dan menyesatkan. Jadi ilfill baca postingan sendiri di sana :(

*ogah pasang link*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 394 pengikut lainnya.