Partikelir

Partikelir, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring/online artinya /par·ti·ke·lir/ a bukan untuk umum; bukan kepunyaan pemerintah; bukan (milik) dinas; swasta: sekolah –; tanah —. Kosa kata ini dulu sering disebut oleh bapak saya, terutama jika terkait dengan (rencana) kewajiban-kewajiban yang hendak dibebankan sekolah ke para siswa (termasuk di dalamnya adalah anak-anaknya). [Kebetulan sebagian dari rangkaian … Baca lebih lanjut

Serba Nawacita

Nawacita saat ini dikenal sebagai 9 Agenda Prioritas Jokowi-JK. Kompas.com mensarikan dari laman web KPU, 9 agenda tersebut yaitu 1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan … Baca lebih lanjut

Demam Mukidi – Mukidi yang asli dan Nyata

Tadinya, iseng2 … rencananya saya mau bikin blog http://mukidi.wordpress.com (yang rencananya berisi kumpulan cerita mukidi), mirip2 kayak blog kumpulan cerita konyol-nya mat pithi (https://matpithi.wordpress.com/, mat pithi adalah keturunan madura tinggal di surabaya), agak naik sedikit levelnya kayak blog kumpulan tulisan pak DIS (dahlan iskan) di http://dahlaniskan.wordpress.com/ Ternyata eh ternyata, blog mukidi.wordpress.com sudah dibuat, dan pemilik … Baca lebih lanjut

Kambing yang mengembik

Sore kemarin, ketika berkesempatan pulang ke rumah lebih cepat dari biasanya, saat memasuki gang ke arah rumah; terdengar suara kambing mengembik di samping saya. Posisi kambing sebetulnya masih di dalam kandangnya, jadi saya kurang jelas betul apakah ybs adalah kambing atau domba. Versi teman-teman di peternakan (mohon koreksi jika saya keliru), domba adalah yang berwarna … Baca lebih lanjut

Banyak dan Sering

Saat duduk terkantuk-kantuk menunggu lepas landas di dalam pesawat ahad lalu, terdengar suara pramugari (masih manual) memperagakan standar prosedur keselamatan penerbangan. Entah untuk yang keberapa saya mendengar dalam hidup saya. Hal yang serupa akhir-akhir ini juga dijumpai di kereta api dan krl. Bedanya, karena kereta api dan krl berhenti di banyak stasiun, maka pengumuman / … Baca lebih lanjut

Pola Manajemen Mikro

Istilah manajemen mikro baru saya kenal sekitar 2 bulan ini. Sejak muncul kewajiban untuk menyampaikan laporan mingguan di internal kantor. Ada sebagian rekan yang kurang sependapat dengan hal ini, yang disebutnya sebagai manajemen mikro untuk style/metode pengelolaan di internal kantor. Saya sendiri terus terang belum mendapatkan referensi lebih dalam tentang gaya kepemimpinan atau gaya pengelolaan … Baca lebih lanjut

Melinjo

Melinjo (Gnetum gnemon) adalah salah satu pohon yang menghiasi gerbang kantor kami. Pohonnya menjulang tinggi dengan perawakan mirip pohon cemara (kerucut ke arah atas). Sejauh ini, masih jarang yang mengambil daunnya (untuk sayur) maupun buahnya (untuk direbus terutama), sehingga buahnya yang matang berwarna merah merona tak ada yang mengambil. Dari lantai 2, buahnya yang banyak … Baca lebih lanjut

Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

Originally posted on Catatan Dahlan Iskan:
Senin, 07 Desember 2009 Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani Hati kecil saya masih berharap mudah-mudahan hasil pemeriksaan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus Bank Century itu tidak seluruhnya benar. Sebab, kalau memang tidak ada yang salah, akibatnya akan sangat dramatis: kita bisa kehilangan menteri keuangan yang sangat…

Talok

Talok atau kersen. Hasil penelusuran di wikipedia, nama latinnya (Muntingia calabura L.). Saat kecil dulu, ada satu buah pohon talok di depan rumah tetangga (yang kini sudah hilang pohonnya). Tinggi dan harus memanjat untuk dapat menikmati buahnya yang manis itu. Bonus dapat marah jika ketahuan bapak🙂 Di area kantor, setidaknya ada 3-4 buah pohon ini. … Baca lebih lanjut

Tentang Harga Rumah yang Menjulang

Dua hari lalu, saya mendapatkan kiriman gambar tentang betapa mahalnya harga rumah di Jogja dari Grup WA alumni Honggowongso 94 SKA. Jadi terkenang sekitar 3 1/2 tahun lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki di Jogja untuk memutuskan menetap (sebetulnya sudah sering di Jogja, cuma nggak lama). Usaha pertama yang kami lakukan (saya bersama Uma, atau … Baca lebih lanjut