LAQOB(TM)

Sedikit maupun banyak, kita pernah memberikan julukan pada orang lain (laqobTM) atau bahkan juga mendapatkankan julukan dari orang lain. Aku misalnya, ketika ikut kuliah semester pendek tahun kemarin dapat julukan Mr. OutlierTM, hal ini dikarenakan nilai mid semesterku yang outlier (di luar normal). Begitu menginjak semester ini dapat julukan Mr. BLTM, karena sering mengembalikan laporan praktikan yang Belum Lengkap ataupun Belum Layak.

Kadang, julukan-julukan itu (kalo berkenan) terasa menyenangkan, tapi kalo julukan yang jelek, wahhh…. bikin malu dan esmosi.

Namun begitu laqob-laqob itu kadang punya penyebab (asbab) tersendiri. Hal yang demikian terjadi dengan penghuni kosku. Setidaknya ada beberapa orang tetangga yang mendapatkan laqob (nama panggilan) khas dari kami. Laqob-laqob itu ada yang berhubungan dengan profesi maupun aktivitas kesehariannya, atau bisa juga nama warungnya atau bahkan nama anak kosnya. Yang jelas laqob ini kami berikan karena kami tidak begitu tahu nama asli mereka.

Contoh :

1. Pak adzan, laqob ini kami berikan kepada beliau karena beliaulah yang sering mengumandangkan adzan di mushola al-amanah dekat kos kami

2. Bu adzan, karena beliau istri dari pak adzan

3. Pak JT, karena beliau adalah aktivis (tokoh) jamaah tabligh di daerah sini (Balio, IPB)

4. Bu JT, karena beliau istri dari Pak JT

5. Mas JT 1, disamping karena dia masih muda, dia juga aktivis JT sekaligus anak dari Pak dan Bu JT

6. Mas JT 2 (jenggot pirang), karena dia aktivis JT dengan janggut disemir warna pirang

7. Ummu Daulah, laqob ini kami berikan kepada mbak-mbak aktivis Hizb tahrir

8. Ummu Syuro’, laqob ini diberikan pada mbak-mbak aktivis tarbiyah yang rajin syuro’ di mushola al-amanah yang hampir tiap pagi lewat di depan kosan kami

9. System (huruf e dengan logat batak maupun tidak, gak jadi soal), laqob ini khusus yang diberikan oleh anak SEI 39 kepada teman sekelas mereka yang aktivis HT … (sumber Indra Wijaya, SEI 39)

10.Bu Ghea. Beliau adalah pemilik warung nasi yang murah di daerah Bateng, tepatnya di gang Mushola. Ghea sendiri adalah anak kosnya

11. Pak dan Bu Berkah. Mereka adalah pasangan suami-istri yang punya warung dengan nama “Berkah”. Kalo yang ini saya tahu nama asli si bapak, yaitu Pak Edi

Sebelumnya saya tadi nyari di qur’an, dan ketemu ayat yang berhubungan dengan laqob ini. Tercantum di alhujuraat : 11.

…. dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] ….

[1410]. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya.

Selanjutnya aku buka buku ringkasan tafsir ibnu katsir, disitu tertulis kurang lebih begini :

Maksud dari ayat itu adalah : Janganlah kalian memanggil dengan menggunakan gelar-gelar buruk yang tidak enak didengar.

Sedangkan asbabunnuzulnya :

Imam Ahmad meriwayatkan dari asy-Sya’bi, ia bercerita bahwa Abu Jubairah bin adh-Dhahhak memberitahunya, ia bercerita : “Ayat ini turun berkenaan dengan Bani Salamah. Ia mengatakan : “Rasulullah pernah tiba di Madinah dan diantara kami tidak seorangpun melainkan mempunyai dua atau tiga nama. Dan jika beliau memanggil salah seorang dari mereka dengan nama-nama tersebut, mereka berkata : “Ya Rasulullah, sesungguhnya ia marah dengan panggilan nama tersebut, maka turunlah ayat ini.” (Terjemahan Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, penerbit Pustaka Imam Syafi’i).

4 thoughts on “LAQOB(TM)

  1. di bogor ‘ngeri’ juga yaaa…
    “mba’ HT”…”mas tarbiyah”…… “Pak JT”…….
    he he he jahr….
    Ah… saya jadi kangen malang…

  2. Green_Nahl
    iya, bener2 mengerikan. Berbagai aliran dan paham ada disini. Dari yang manhajnya jelas sampai yang gak jelasa ada semua disini. Dari yang made in orang indonesia sampai yang bikinan turunan arab ada di sini. Semua ada di sini.

  3. Ping-balik: Catatan Harian di Kampus Biru? » Blog Archive » Berbagai jenis Sarapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s