*Sigh* berusaha menulis dengan KALEM

[KALEM MODE ON]

Satu kesalahan besar yang saya buat adalah, saya memberitahukan kepada khalayak ramai tentang kesuksesan saya masuk ke blognya Om Rony. Om Rony sendiri menyatakan bahwa hal itu karena kebodohan kelalaiannya yang memberikan link untuk login ke blognya. What ever lah, aku gak mudeng dengan istilah session terdaftar dan sebagainya. Yang aku tahu hanyalah bahwa aku mencoba 3 user yang berkaitan dengan nama Om Rony, kemudian mencoba memasukkan password yang kira-kira berkaitan dengan dirinya. Gampangnya kalo jaman dulu, nyoba password mulai dari angka 1234567890 hingga qwertyuiop dan seterusnya.

Membaca komentar Om Ryo Saeba (Om Ganteng) di blognya Om Sufehmi, yang diawali membaca tulisan ini; rasanya jadi panas juga. Rencana keberangkatan ke pabrik buat magang kerja di sana tertunda sebentar untuk menulis postingan ini.

Apapun juga, sebengal apapun diriku, sebego apapun diriku, selemah apapun kampusku; aku tetap MARAH.

Urusan kopi paste

Ok, siapa sih yang di id-gmail gak PERNAH kopi paste, siapa sih mahasiswa yang gak PERNAH kopi paste. No bodi perfek, gak ada yang sempurna.

Urusan aku dibenci di milis id-gmail

Buat Biho, silakan join di id-gmail.

Urusan kalimat-kalimat ini, dikutip dengan KOPI PASTE DARI BLOGNYA BIHO

Saya setuju dengan Enda bahwa Blog adalah ibarat tempat tidur pribadi kita. Maka saya akan kecewa dan marah bila ranjang saya diacak-acak orang, meskipun itu terjadi karena kelalaian saya dalam mengunci pintu rumah.

Silakan ikuti, setujui mantan Bapak Blogger Indonesia itu. Taklid membabi buta pun boleh. KARENA ITU BUKAN URUSANKU.

Seorang mahasiswa di mana ia tidak disenangi oleh sebagian anggota komunitas di mana ia bergabung (milist Id-Gmail), telah melakukan hal itu.

Sudah dijawab di atas, silakan join ke milis id-gmail.

Ia memanfaatkan kelalaian orang yang tidak sengaja telah menjatuhkan kunci rumahnya di ruangan milist tersebut untuk mencoba memasuki kamar sang tuan rumah dan mengacak-acak ranjangnya,

Sudah kubilang di atas, bahwa aku gak mudeng dengan istilah session terdaftar dst, yang kutahu hanyalah aku nyoba 3 user dan sekitar 5 password yang kira-kira cocok dengan Om Rony. Jadi ada sekitar 15 kali percobaan. Dan sebagai informasi yang BASBANG (basi banget), tanpa link dari milispun, secara default URL untuk login ke blog yang menggunakan wp biasanya adalah http://namadomain/wp-login.php. Jadi tanpa dari milispun, blogger selemah, sebego apapun tahu itu. Milis hanya sekedar memberikan ide. Hanya ide.

sekaligus dipamerkanlah ranjang tersebut.

Gak terima? Silakan laporkan ke polisi.

Terlepas setelah itu dia meminta maaf atas kekurang ajarannya, dan yang punya rumah pun bersikap adem ayem atas kejadian itu, saya melihat hal ini sebagai kejadian yang memalukan.

*Sigh* keparat!!!!!!!!!!

Saya cuma bergunjing? ah biar saja, yang jelas saya nggak setuju dengan orang yang mengembalikan kunci yang hilang tetapi setelah kunci itu dipake untuk mengacak-ngacak ranjang saya, bagaimana dengan anda?

Bergunjing yang bikin orang kesal. Setuju gak setuju, karepmu. Not my Business. You trackedback me, i trackback you.

Laboratorium Bioteknologi Hasil Laut IPB, 13 Maret 2007

Luthfi, menulis dengan kalem.

Disclaimer: Tulisan di atas sudah melalui beberapa tahapan penyuntingan. Kata-kata yang mungkin anda anggap kasar pada artikel di atas ada dalam kamus besar Bahasa Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentu bukan suatu kesalahan jika saya menggunakannya. Justru merupakan suatu upaya melestarikan bahasa Indonesia di tengah gempuran berbagai budaya asing.

66 thoughts on “*Sigh* berusaha menulis dengan KALEM

  1. gue kate juga ape !😀
    btw, ente benar, semua blog pake WP kan memang loginnya di wp-admin, kalau cuma trial and error sih memang semua orang bisa, apalagi ngehack punya orang dekat, kan bisa dikira-kira tuh, kirain kemaren pake cara yang canggih untuk ngehack kesana😛

  2. 🙂 santai aja choy. Yang penting niatnya apa kita masuk atau naik ranjang orang. Kalau ada istri yang punya ranjang yang lagi telanjang kemudian kita naik itu baru kurang ajar. Kalau cuma lihat2 yah gak papa. Itu nurut saya sih.

  3. ih, siapa bilang kita di id-gmail benci sama luthfi? fitnah itu!
    justru kita semua selalu berlomba-lomba memberi perhatian lebih pada pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan, dan memberi dia nama kesayangan.

    kenapa sih, pada ngomporin luthfi kayak gitu?
    walaupun dia lemah, kan dia juga punya perasaan, bok!
    gimana kalo dia sensitif? gimana kalo dia simpatik? gimana kalo dia serius??

  4. Sebenernya tetep aja masuk rumah orang tanpa izin adalah TIDAK SOPAN, Luthfi. Ah, tapi sudahlah.. Rony juga tidak keberatan justru malah bersyukur sudah diingetin.

    Sekarang beneran udah kalem? Atau mau ngajak berantem BIHO? Huwahahaha… Kalau emang iyah, aktualisasi dirimuh salah teman. (Ini CePe dari Om ganteng) *kuchi-kuchi*

  5. Luthfi, rasanya ga perlu seheboh itu deh menanggapi postingan om biho,
    itu bahasa sayang om biho buat dek luthfi, beliau sayang sama luthfi karena ga pengen luthfi masuk ke kamar orang, itu ga sopan tauk! apalagi sedang ada istri orang itu di atas ranjang
    harusnya bersyukur lho, masih ada yang ngingetin kita,,,
    ya gak? ya gak?

    udah ah, damai, damai….

  6. “Yang aku tahu hanyalah bahwa aku mencoba 3 user yang berkaitan dengan nama Om Rony, kemudian mencoba memasukkan password yang kira-kira berkaitan dengan dirinya.”

    Trus, niatan dan tujuan ngelakuinnya, apa bos?

  7. …. lama gak ngeblog ….

    Ternyata lagi panas ya, kirain di blog wadehel aja yang biasanya panas.

    Pengen cerita aja.

    Ada data tertentu di HPku yang aku lindungi dengan pin, istriku tahu pin yang biasa aku pakai. Saat buka-buka HPku, dan menemukan data yang dikunci, dia tak pernah mau membukannya. Walau pun aku sendiri tidak keberatan dan dia pun tahu cara bukannya jika dia mau.

    Kami saling menghargai hal pribadi masing-masing, dan itu wujud saling menjaga kepercayaan, resep kebahagiaan rumah tangga. (daleeem banget)

  8. Ping-balik: Antonella Barba: Jauhkan Pacar dari Photo-photo XXX-mu! « [ teman pagi ]

  9. Ping-balik: saya norak atau kurang ajar? « IT & Comm

  10. Biar kamu lemah, bengal, ndableg, mokong dll.
    Tapi selama ini tetap posting dengan legawa di milis.
    Kan pernah tuh si Andry memuji kamu secara tidak langsung,
    “Dibanding tante**** masih mending si Lutfi.”

    Ok, take a break, ambil nafas, istirahat dulu.
    Jadi kepompong dulu. Saya tunggu kemunculannya sebagai kupu-kupu.
    *halah*

  11. Yasudlah. Damai yah. Bloggers musti dingin loh.

    *Komen yang sama juga saya posting di Blog Kang Biho. Dengan niat tulus mendamaikan kedua muslim yang berselisih (bletak)*

  12. Saya gak tahu harus komentar apa?
    Ya semoga semua cepat beres…
    Semoga semua bisa obyektif dan berpikir jernih… (jangan2 asal karena teman)
    Saya tidak tahu siapa yang seharusnya diminta bersabar dalam masalah ini, pokoke semoga tidak terjadi lagi kekurangnyamanan seperti ini.

  13. walaaah…ini to rame2nya? peace on earth!! we don’t need more drama here. negara kita ini lagi sakit, kok malah pada berantem sesama sodara ( baca: sesama blogger)

    piss laaaahh.. salam kenal, luthfi. biho is my friend, tapi semua juga temenku. jangan saling nyakitin lah🙂

  14. Jadi berdasarkan logika Luthfi dan pendukungnya, kalau ada orang yang lupa mengunci pintu rumahnya, lalu kita menjadi berhak masuk ke rumah orang tersebut dan mengacak-ngacak isinya?

    Kalau ada orang lupa mengunci mobilnya, lalu kita menjadi berhak mencuri mobil tersebut?

    Kalau ada orang yang tertabrak mobil dan dalam keadaan tidak berdaya untuk melindungi barang-barang miliknya, maka kita menjadi berhak untuk menjarah handphone dan dompet orang tersebut?

    Justru malah si pelaku itu yang harus dibela, dipertahankan, dan dicintai? Begitu logika Luthfi dan pendukungnya, bukan?

    Tapi anehnya, saya sudah tidak heran lagi melihat fenomena menyedihkan semacam itu. Tingkah laku Luthfi dan pendukungnya ini mencerminkan perilaku golongan ORANG-ORANG BARU MELEK, yaitu orang-orang yang berasal dari latar belakang kelas sosial rendah yang tidak berpendidikan, lalu menjadi kaget karena mendadak menjadi kenal dengan teknologi.

    Saya yakin, orang-orang semacam Luthfi ini baru mengenal komputer saat kuliah. Atau mungkin lebih parah lagi, baru mengenal komputer setelah bekerja.

    Hal ini jauh berbeda dengan kami-kami yang sudah mengenal komputer dari sejak kecil, yang tidak hanya sekedar mengandalkan komputer kampus atau komputer warnet. Kami-kami yang sudah mengenal komputer dari sejak jaman PC XT, Apple II, C-64, atau Amiga (Ha ha ha, anak kampung semacam Luthfi pasti tidak pernah mendengar nama-nama itu. Tidak heran, kenal komputer saja baru setelah kuliah, iya kan?).

    Golongan kami berbeda dengan Luthfi. Orang-orang semacam kami TIDAK akan membobol rumah orang lain, WALAUPUN si pemilik rumah ini lalai mengunci rumahnya. Kenapa? Karena golongan kami mengerti dan menghargai hak-hak orang lain, tidak seperti Luthfi.

    Luthfi… Luthfi. Kamu itu memang anak kampung yang baru kenal teknologi. Kamu pikir kamu sudah hebat kalau sudah bisa membobol account orang lain, padahal sebetulnya yang kamu lakukan itu adalah perbuatan yang SALAH. Tapi tidak heran ya, orang-orang dari latar belakang kampungan seperti kamu itu malah cenderung bangga kalau sudah melakukan perbuatan yang salah, sama seperti anak-anak kampung yang merasa bangga kalau sudah bisa memalak orang lain.

    Buat kalian yang membela Luthfi…. Kok bisa, ya? Teman kalian itu sudah melakukan perbuatan yang salah, tapi malah dibela? Aneh, ya? Apakah kalian berasal dari latar belakang yang sama? Sepertinya sih iya.

    Sekarang Luthfi tidak merasa bersalah walaupun sudah membobol masuk rumah orang. Besok pun dia tidak akan merasa bersalah kalau sudah bisa mencuri milik orang lain.

    Ya sudah, salam deh buat orang tua Luthfi di kampung, mudah-mudahan mereka bangga kalau tahu anaknya sudah bisa mengacak-ngacak hak milik orang lain.

    “kasian dek luthfi ini ? hihihihihi, orang yang accountnya ?dibobol? adem ayem, lah kok orang laen yang sewot..”

    Jadi kalau ada istri yang dipukuli oleh suaminya sampai berdarah-darah, tapi si istri ini “adem ayem” saja, maka tindakan suaminya tersebut menjadi bisa dibenarkan?

    Tapi tentu saja, orang-orang dengan latar belakang kampungan memang sulit untuk menghargai hak orang lain. Orang-orang dengan latar belakang kampungan akan mencari SEGALA MACAM PEMBENARAN untuk membela si pembobol.

  15. KESIMPULAN:

    (1) Lutfhi itu adalah golongan Orang Baru Melek yang baru kenal teknologi.

    (2) Luthfi tidak punya nilai-nilai etika dan nilai-nilai moral. Kalau anda lalai mengunci rumah, maka Luthfi akan merasa dirinya berhak dan sah-sah saja untuk masuk ke rumah anda dan bermasturbasi di atas piring makan anda. WASPADALAH!!!

    (3) Sepertinya orang tua Lutfhi di kampung tidak pernah mengajarinya untuk menghargai milik orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s