Sertifikasi Guru (2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya.

Habis sholat maghrib tadi saya menerima sms dari ibu saya berkaitan dengan sertifikasi guru. Ternyata beliau tidak lolos dan harus ikut diklat ke Malang dari tanggal 10-16 Desember 2007 yang akan datang. Nilai yang diperoleh beliau yaitu 795 (kurang 55 poin dari standar 850).

Ternyata berbagai kegiatan yang ibu saya lakukan di kantornya yang lama (jadi dosen) belum masuk ke nilai tersebut. Seandainya (kata ibu saya) kegiatan tersebut masuk, nilainya sudah di atas standar.

Ya ya ya … selamat jalan-jalan ke Malang Mom🙂

Link-link terkait:
Website sertifikasi Guru dan komentar Pak Guru Urip tentang situs tersebut
Sertifikasi guru, perlu atau tidak
Sertifikasi Guru dan dosen
Seragam tidaknya sertifikasi guru

ps: akhirnya, blog ini terapdet juga😛

20 thoughts on “Sertifikasi Guru (2)

  1. Pemerintah memang neko-neko kayaknya nggak iklas kalau mau ngasih kesra ma guru. saya sendiri bingung aku ngajar dari tk I th.1981, 1993 dadi peg. negeri BKKBN, tapi aku juga masih ngajat di SLA, pernah juga tutor UT. pengalamanku wis 26 th. saiki Peg.negeriku pindah jadi Pak Guru.usia wis seket (50) th. gak bisa juga sertifikasi. mestine pemerintah diganti dari guru aja semua. biar pinter-pinter ha..ha

  2. Ping-balik: Sertifikasi Guru (3) « Catatan Harian di Kampus Biru?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s