Bioetanol (1)

Beberapa bulan belakangan ini, kata bioetanol menjadi sesuatu yang sering muncul di media massa. Hihihihii … di blog ini baru muncul sekali ini. Apa sih yang dimaksud dengan bioetanol. Yok, kita nengok ke mas wiki sebentar:

Ethanol, also known as ethyl alcohol, drinking alcohol or grain alcohol, is a flammable, colorless chemical compound, and is best known as the alcohol found in thermometers and alcoholic beverages. In common usage, it is often referred to simply as alcohol. It is a straight-chain alcohol and its molecular formula is variously represented as EtOH, CH3CH2OH, C2H5OH or as its empirical formula C2H6O (which it shares with dimethyl ether).

Bioetanol terdiri dari dua kata (pembagian menurut saya lho, ntah klo ada pakar yang menjelaskan lebih dulu), yaitu bio = hidup dan etanol. Etanol termasuk golongan alkohol. Secara gampangnya, bioetanol adalah etanol (alkohol) yang diproduksi dari makhluk hidup dan dengan bantuan makhluk hidup. Bahan-bahan yang mungkin digunakan sebagai penghasil bioetanol biasanya mengandung karbohidrat, seperti pati sagu, jagung (dan tongkolnya), singkong, rumput laut (dan limbahnya).

Di kampus yang sudah sangat terkenal di jagad itu, setahu saya ada beberapa riset yang berkaitan dengan bioetanol. Ada yang bikin bioetanol dari pati sagu dan jagung, ada yang bikin dari tongkol jagung, dan ada juga yang bikin dari limbah rumput laut.

Entah kenapa, saya cenderung mengatakan tidak untuk riset pembuatan bioetanol berbahan baku pati sagu, jagung, singkong dan lain-lain (untuk nantinya aplikasi skala industri). Why? wong itu makanan kita koq …. ngapain dibikin bioetanol. Mending pake yang udah jadi waste aja dan yang bahan pangan itu benar2 bisa dimanfaatkan untuk pangan bagi manusia.

bersambung …. (kalo sempet)

5 thoughts on “Bioetanol (1)

  1. terusin luth, gue mau ngerti biokimianya gue belom terlalu mudeng. kalo lo yang jelasin lebih nyambung.

    gue setuju ma loh. penelitian di ipb itu aneh bin ajaib. yang gak aplikatif gitu loh!

    gue tambahin yah,
    bioethanol ini mulai naik daun setelah rame climate change. katanyah, bioethanol bisa dipake jadi bensin yang gak banyak polusinyah.

    akhirnya ramai ramai orang sedunia tanam sawit untuk dibikin bioethanol. eh ternyata laporan NGO2 malah, gara gara tanem sawit, hutan ditebangin. padahal pembakaran hutan menghasilkan CO2 lebih banyak..hahahaha..dodol indonesia dan brazil tuh. kata crutzen juga, si pemenang nobel kimia, pupuk nanem kelapa sawit justru mencari pencemaran juga. selain itu gara gara mau nanem kelapa sawit, suku suku adat di hutan diusir2in. padahal mereka udah tinggal disitu ratusan tahun..dasar indonesia.

    setelah NGO rame2 protes, akhirnya barat sadar juga, dan mulai beralih ke tenaga surya, angin, atau bioethanol dari pohon karet.

    tapi, masih ada laporan (gak up to date sih), di bandara malaysia, ada tulisan gede gede, bunyinya kira2: USE BIOFUEL, SAVE THE ENVIRONMENT.

    huehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s