Kontrak Kerja

Pengalaman saya luntang lantung dan menjadi bajing loncat yang pindah-pindah job baru sedikit sebenarnya. Setidaknya dari sekian banyak kegiatan mburuh saya, tampaknya saya melupakan suatu hal yang sangat penting: kontrak kerja. Gara-gara melupakan ini, honor saya diembat sekitar 70%. Hmm, gara-gara melupakan ini pula, saya dipecat tanpa pesangon.

Jujur, saya sendiri kurang tahu, kontrak kerja itu harusnya inisiatif dari siapa? Pemberi kerja ataukah pencari kerja? Selama ini saya beredar di sekitar kampus. Banyak diantara teman-teman saya yang bekerja untuk dosen mereka (mengerjakan proyek-proyek dosen), dan banyak pula yang tanpa kontrak kerja yang jelas (hitam di atas putih).

16 thoughts on “Kontrak Kerja

  1. konon memang ada pabrik yang membuat kebijakan, pekerja kontrak, gajinya di tahan dulu 30 %. setelah di pecat atau diangkat jadi buruh tetap ( biasanya 3 bulan) uang yang ditahan akan diserahkan. tanpa di potong tentunya.

    wis pi, ojo dadi buruh. dadi majikan wae ha ha

  2. kontrak kerja memang harus jelas ya .. karena itu pegangan kita untuk bekerja .. di kontrak kerja jg biasanya ada batasan mengenai TOR kita .. jadi jelas, hak dan kewajiban kita .. serta hak dan kewajiban perusahaan ..

  3. kalo sama dosen sih.. anggap aja balas jasa.
    gue dulu kerja hampir satu tahun dengan dosen gue di IPB. percayalah.. itu akan berguna nantinya. dan… asal tahu aja kapan harus keluar dari “kampus”.

    gak semua memang bisa dilihat dengan materi kok.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s