Huler alias Mesin Penggiling

Hasil tanaman padi yang berupa gabah sangat banyak di Indonesia. Sayangnya, gabah ini tidak bisa dikonsumsi langsung oleh manusia. Gabah perlu diproses menjadi beras terlebih dahulu. Jaman dulu, orang mengubah gabah menjadi beras dengan cara menumbuk gabah pada lesung menggunakan alu. Jaman ini kira-kira terjadi pada era orde lama.

Bertahun-tahun kemudian, jaman semakin canggih… tapi tidak secanggih wordpress yang terlalu sering mengupgrade versi wordpressnya😦 . Gabah diproses menjadi beras di penggilingan. Penggilingan ini biasanya terletak di satu tempat dan orang-orang (petani) mau tak mau harus ke sana untuk menggilingkan gabahnya menjadi beras. Jaman ini kira-kira dimulai pada pertengahan era orde baru.

Kira-kira akhir abad 20, muncul yang namanya huler keliling. Huler keliling ini menjawab kerepotan sebagian orang yang tidak mempunyai waktu untuk ke huler/penggilingan statis, tidak mempunyai alat angkut untuk membawa karung gabahnya ke huler dsb. Huler keliling ini terdiri dari 2 bagian utama yaitu mesin huler dan mobil tua. Mesin untuk menggiling gabah menjadi beras diletakkan pada mobil yang sudah dimodifikasi, sehingga seolah-olah mesin huler sudah menyatu dengan si mobil.

Penjelasan dari gambar tersebut sebagai berikut.

Gabah dimasukkan melalui corong 1, diproses, hasilnya berupa gabah yang sudah terkelupas kulit luarnya (keluar melalui lubang 2) dan limbah berupa sekam yang keluar melalui lubang 3. Dari nomor 2, gabah kemudian dimasukkan ke corong no 4, diproses, hasilnya berupa dedak alias bekatul yang keluar melalui lubang 5 dan beras yang keluar melalui lubang 6.

Akankah ada teknologi baru terkait penggilingan gabah ini? saya pikir iya. Namun demikian penerapannya ke masyarakat mungkin tidak akan terjadi dalam waktu yang cepat. Oh iya, beberapa waktu lalu saya mengetahui makanan khas di Sumatera Utara yang terbuat dari gabah di sebuah stasiun televisi. Resepnya kurang lebih sebagai berikut:

1. Gabah direndam dalam air selama 2 hari hingga sangat mengembang, setelah itu ditiriskan

2. Gabah kemudian disangrai pada alat yang terbuat dari tanah (tembikar)

3. Selanjutnya ditumbuk pada lesung

4. Selanjutnya ditampi (untuk memisahkan dari serbuk dan arang pengotor)

5. Siap dihidangkan … katanya sih enaknya dimakan dengan teman berupa kopi. Oh iya, bentuknya kira-kira sepeprti emping jagung. Gak ada skrinsut … juga belum pernah makan🙂

3 thoughts on “Huler alias Mesin Penggiling

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s