PT KAI Commuter dan KRL Jakarta Bogor

Setahun sudah saya menjadi pelanggan setia krl Bogor-Jakarta. Semenjak lulus Juni 2008 silam, lalu kerja di pabrik yang lama, kemudian kerja di pabrik yang baru, selama itu pula suka duka naik krl saya alami.

Jujur, saya belum termasuk golongan kaya, serta adanya keinginan untuk masih bersosialisasi dengan jelata-jelata menyebabkan saya lebih sering naik krl ekonomi (sekitar 75%-an). Nah, 19 Mei yang lalu, Pak Menteri Perhubungan meresmikan PT KAI Commuter (anak perusahaan PT KAI) yang khusus mengurus pelayanan kereta api se-Jabodetabek.

Berikut review saya, mohon diluruskan/diralat jika ada yang salah.

1. Sistem e-ticketing

Sistem ini sepertinya belum berjalan. Saya sendiri beli tiket bulanan (untuk yang ekonomi harganya 60.000), walaupun jatuhnya kadang rugi, karena kebanyakan naik ekspress. Namun setidaknya, hal ini mengurangi

Kalo masalah penumpang nakal yang tidak membeli karcis, saya pikir hal tersebut salah satunya diakibatkan lemahnya pengawasan oleh petugas penjaga portir. Saya sendiri sejujurnya jarang menunjukkan karcis/tiket saya ketika masuk atau keluar stasiun. Cukup menunjukkan muka saya nan ganteng, itu sudah cukup buat validasi😉 . Atau, saya cukup menunjukkan abodemen saya pas awal bulan, maka sampai akhir bulan biasanya saya gak pernah menunjukkan abodemen itu lagi😛 .

2. Masalah keterlambatan dan batalnya kereta

Hal ini masalah klasik, utamanya bagi kereta kelas ekonomi. Sering jadi obrolan diantara penumpang ekonomi, kalao krl-nya rewel, sering terlambat, maka bisa jadi awal bulan depan atau suatu saat nanti, krl-nya berubah jadi krl ekonomi ac. Kasusnya adalah krl ekonomi Bogor-Jakarta pemberangkatan pukul 06.14 yang kini sudah naik kasta.

Yang jadi masalah adalah, tiap kali krl mengalami masalah (entah mogok, entah relnya meleleh, entah krl tabrakan) selalu dibilangnya GANGGUAN SINYAL. Padahal tahu sendiri, kalo kita naik krl n pas berada di tengah-tengah perjalanan, maka keputusan tetap melanjutkan dengan naik krl atau pindah ke moda transportasi yang lain sangat penting. Dengan diberitahukannya hanya gangguan sinyal (yang katanya bisa dibereskan dalam 15 menit), namun ternyata ada kecelakaan; maka hal tersebut sangat merugikan ketika kita mengambil keputusan yang pertama.

Setidaknya sudah dua kali saya sms ke elshinta dan ditelpon balik, lalu dikonfirmasikan ke kepala humas daop 1, waktu itu masih pak AS; selalu dibilangnya gangguan sinyal. Saya tak tahu, apakah kahumas yang baru masih begitu? Semoga lebih baik🙂 .

3. Masalah penggantian krl

Saya setuju jika semua krl ekonomi diganti menjadi krl ekonomi ac, namun demikian, hendaknya pt KAI Commuter tetap memperhatikan kondisi penumpangnya yang kebanyakan kasta jelata. Ya kira-kira ajalah, kalo kerja di Jakarta sebagai penjaga toko dengan THP (Take Home Pay) gak sampai 1 juta, masak iya naik ekonomi ac seminggu 12 kali dengan harga 5500? Lagi-lagi gaji habis buat transport😀

4. Masalah kecelakaan

Bukannya saya tak berempati dengan kematian asisten masinis pas kejadian kecelakaan kemarin, namun setidaknya (harapan saya) dengan matinya beliau, cukuplah hal tersebut sebagai kejadian yang terakhir. Sudah cukup lama banyak kasus di krl jabotabek ini. Sehingga, dengan kejadian kemarin; manajemen KAI commuter diperbaiki dan mendapat perhatian dari Pak Dirjen, Pak Menteri bahkan juga Pak Presiden. Mbah Surip aja dapat kiriman bunga koq🙂

Semoga ke depan krl jabotabek lebih baik. Bravo PT KAI Commuter🙂

2 thoughts on “PT KAI Commuter dan KRL Jakarta Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s