Singkong Kebasen vs singkong Mukibat

Well, sebenarnya ini superduper basbang.

Beberapa waktu lalu, waktu lagi baca koran pas lagi naik kereta, ada satu berita agak menarik. Mengenai singkong kebasen. Singkong ini adalah persilangan antara singkong biasa dengan singkong karet. Singkong biasa menghasilkan umbi dengan pohon yang biasa-biasa saja, sedangkan singkong karet tidak menghasilkan umbi tapi pohonnya “raksasa”. Persilangan kedua jenis singkong ini mampu menghasilkan umbi singkong dengan bobot mencapai 1,5 kuintal.

Well, penemu singkong kebasen ini adalah pak Tumarjo, dari Kebasen, suatu wilayah di Banyumas – Jawa Tengah. Menengok ke belakang, ketika saya masih SD dulu (kira-kira 15 tahun lalu), saya pernah membaca buku yang bercerita tentang persilangan singkong biasa dengan singkong karet. Tetapi bukan singkong kebasen, melainkan singkong Mukibat. Nama singkong Mukibat ini diambil dari penemunya, yaitu pak Mukibat.

Nah, entah dimana bedanya antara kedua jenis singkong ini? Saya juga kurang paham. Hasil umbinya sama-sama besarnya, di atas rata-rata umbi singkong biasa. Apakah singkong kebasen merupakan penerus dari singkong mukibat? atau hanya sekedar tren sesaat?

One thought on “Singkong Kebasen vs singkong Mukibat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s