Onggo-onggo pada Bayi

Sudah beberapa bulan ini (tepatnya sejak sekitar usia 8 bulan), Ara sering sekali onggo-onggo. Definisi onggo-onggo (atau ada juga yang menyebutnya sebagai onggong-onggong) yaitu sebagai berikut: badan posisi mengkurep, diem, terus tiba2 gerak maju mundur, kadang diem sambil gemes mengejan. Yang jadi tumpuan terkadang ujung kaki, lutut atau bahkan perut.

Saya sendiri kurang tahu isitilahnya apa dalam bahasa Indonesia/Jawa. Tetangga di sini (Bogor) menyebutnya sebagai onggo-onggo. Katanya sih kebiasaan ini nanti hilang dengan sendirinya. Ada yang mengatakan kebiasaan ini sebagai fase persiapan untuk merangkak dan akan berhenti ketika bayi sudah bisa merangkak. Namun sudah 4 bulan koq belum berhenti-berhenti (Ara sudah ditetah jalan).

Alhamdulillah, ada milis yang hebat, namanya milis sehat – http://groups.yahoo.com/group/sehat (bagi yang belum join, silakan join ya🙂 ) . Nanya di sana, hingga akhirnya saya mendapatkan keyword yang tepat : Infantile masturbation.

Ya, (setelah saya baca hasil pencarian Infantile masturbation di gugel dengan spid riding) onggo-onggo ini merupakan masturbasi pada bayi, umumnya bayi cewek dan tenang saja: tidak berbahaya. Onggo-onggo ini umumnya berlangsung pada usia di bawah 1 tahun (mulai 6 bulanan), walaupun ada laporan bahwa balita usia 4 tahun masih ada yang memiliki kebiasaan ini. Beberapa kejadian di luar negeri (ya hasil baca) menyebutkan bahwa dokter di sana sering sekali salah mendiagnosa onggo-onggo ini. Pendekatan yang dilakukan secara medis umumnya dengan memvonis bahwa onggo-onggo ini adalah sakit atau kram pada perut atau saluran pencernaan, sehingga diberikan terapi terhadap organ yang sakit. Padahal si bayi tidak memerlukannya, karena namanya juga masturbasi.

Solusinya (hasil baca juga, hhehhehe):

1. pencegahan bayi dari kegiatan/kebiasaan onggo-onggo dengan jalan kekerasan sangat tidak dianjurkan, karena bisa menyebabkan trauma dan bayi malah menjadi-jadi.

2. pencegahan yang disarankan yaitu dengan mengalihkan perhatian bayi, dengan menggunakan mainan atau mengajaknya pada aktivitas lain.

3. Ketika bayi/anak sudah bisa diajak berbicara/mikir dst, beritahu dia bahwa onggo-onggo merupakan kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Demikian, semoga bermanfaat🙂

Pustaka

1. Gugel, keyword : Infantile masturbation

Disclaimer:

1.Tulisan di atas hasil baca spid riding

2. Anda sangat disarankan untuk tidak  menelan mentah-mentah apa yang saya tulis di atas, baca sumber-sumber lain, serta berkonsultasi pada ahlinya.

3. Tulisan ini dibuat, karena hasil pencarian dengan keyword onggo-onggo, masih sangat sedikit sekali dan kurang memuaskan.

Ucapan terima kasih

1. Milis sehat dan member2nya.

2 thoughts on “Onggo-onggo pada Bayi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s