Saya dan LPSE

Well, ini merupakan lanjutan dari posting saya sebelumnya. Tak jauh-jauh dari pengalaman beberapa bulan ini.

LPSE merupakan singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik, yang di dalamnya terdapat SPSE (mesinnya). Hampir di tiap Kementerian/Lembaga atau Daerah terdapat LPSE ini. Terlebih lagi pada tahun anggaran 2012 ini, semua berlomba-lomba membuat LPSE. Hal ini sebetulnya juga sejalan dengan Instruksi Presiden SBY di akhir tahun 2011 lalu, bahwa minimal 75% pengadaan di instansi pusat dan 40% di daerah harus menggunakan LPSE (secara elektronik).

Perkenalan saya dengan LPSE dimulai ketika saya mendapat tugas ke Universitas (Negeri) Malang untuk workshop Webometrics pada Oktober 2010. Dalam salah satu sesi kegiatan, kami diajak jalan-jalan oleh instrukturnya (yaitu Pak Johanis Rampisela, dosen Fisika UM) ke Pusat TIK UM (karena saat itu beliau menjabat sebagai Kadiv Perangkat Lunak) untuk melihat-lihat fasilitas, kondisi serta server-nya UM. Salah satu-nya server yang diinstall dengan SPSE untuk LPSE UM. Info saat itu, LPSE UM merupakan satu-satunya LPSE di Malang, sehingga dengan demikian diperlukan kehandalan server mengingat dapat dipastikan bahwa instansi-instansi lain di Malang dsk (dan sekitarnya) pasti akan “numpang” di LPSE UM selama mereka belum punya sendiri. Hal ini juga didukung fakta di lingkup pusat bahwa LPSE Kementerian Keuangan selama ini laris juga menjadi tumpangan instansi lainđŸ™‚ .

Pertengahan 2011 saya ditugaskan untuk “bimtek” Eprocurement (eproc) (yang tentu saja terkait dengan LPSE dan SPSE ini). Saat itu, Kementerian tempat saya mburuh belum membuat LPSE dan masih ngikut di LPSE Kementerian Keuangan (LPSE depkeu). Kami diajari step-step dari awal sampai akhir. Walaupun belum banyak latihan dan terlalu singkat, setidaknya gambaran besar sudah diperoleh. Akhir 2011 ada kesempatan sebetulnya untuk lebih memperdalam eproc ini. Sayangnya kesempatan itu lewat (karena banyak staf yang antri kepengen belajar juga). Namun demikian saya bersyukur bahwa internet masih ada sehingga kesempatan belajar masih terbuka luas.

Awal 2012 di kantor induk panitia gedung mengeksekusi Perencanaan via LPSE depkeu. Dari sini saya belajar, bahwa setting waktu sangatlah penting. Apalagi pns di instansi pusat terkenal sangat zibbbuk ruar biasa (sampai-sampai jadwal Aanwijzing terlewat dst). Ketika pada akhirnya Kementerian tempat saya mburuh membuat LPSE sendiri, kantor cabang tempat saya bertugas ikut mendaftarkan panitia-nya. Kami mencoba untuk mengeksekusi beberapa paket kegiatan (sebetulnya baru 2 sih hehehhe…); dan ternyata memang benar bahwa Pengalaman adalah guru yang baik.

Dengan posisi jadi pemegang akun sentral, setidaknya saya harus memastikan bahwa semua berjalan dengan baik dan sesuai prosedur, jadwal tidak ada yang terlupa serta server LPSE tidak ngedrop. Statement bahwa jika dengan eproc panitia bisa tidur nyenyak tidak sepenuhnya benar. Bisa tidur nyenyak hanya karena tidak bertemu dengan rekanan dan preman saat aanwijzing atau saat mau masuk gerbang kantor. Tapi tetap tidak bisa tidur nyenyak karena harus memastikan bahwa saat tahapan krusial selama proses pengadaan, si server tidak ngambek.

Setidaknya, beberapa hal berikut bisa saya intisarikan selama saya menggauli LPSE ini.

1. manual guide tidaklah cukup; sering bertanya ke sekretariat LPSE dan forum.pengadaan.org memberikan keuntungan ilmu yang besar.

2. LPSE tetaplah suatu alat. Mekanisme (dan kecurangan yang terjadi) hampir sepenuhnya tergantung pada manusia-nya.

3. Server eproc/lpse yang ngedrop harus diantisipasi dengan baik. Setidaknya ketika hal ini terjadi, ada tiga hal yang bisa dilakukan sebelum menjalankan suatu keputusan : kirim email ke sekretariat LPSE saat kejadian berlangsung (meminta konfirmasi status server), print screen halaman LPSE yang ngedrop (bisa menggunakan tombol print screen atau add ons di browser mozilla misalnya), dan cek status server melalui pihak ketiga (misalnya http://www.downforeveryoneorjustme.com).

Demikian sharing dari saya, semoga bermanfaat. *masih newbie juga

One thought on “Saya dan LPSE

  1. Ping-balik: "Bakar batu" dan menyelam, yuk ke MTB! | makanenak.info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s