Tools untuk penentuan waktu standar pada lelang manual

Berdasarkan Instruksi Presiden No 17 Tahun 2011 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2012, semua K/L dan Pemda (Prov/Kab/Kota) diinstruksikan untuk melaksanakan pengadaan barang/jasa menggunakan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), dengan mendirikan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di K/L atau Pemda masing-masing, atau bergabung dengan LPSE terdekat; dan sekurang-kurangnya 75% dari seluruh belanja K/L dan 40% belanja Pemda (Prov/Kab/Kota) yang dipergunakan untuk pengadaan barang/jasa wajib menggunakan SPSE melalui LPSE sendiri atau LPSE terdekat.

Namun demikian, di beberapa satuan kerja masih ada proses pengadaan (lelang) yang dilakukan secara manual. Salah satu kendala yang muncul ketika lelang manual adalah penetapan waktu habis. Kasus yang sering terjadi adalah saat batas akhir pemasukan dokumen penawaran. Panitia menetapkan di dokumen lelang bahwa batas akhir pemasukan dokumen penawaran dari peserta adalah tanggal dd bulan mm tahun yy pada jam 10.00 WIB misalnya; namun saat pembukaan di ruang rapat/ruang pertemuan, jam 10.00 milik siapakah yang harus jadi pegangan? Jam-nya panitia, jam dinding di ruang rapat, atau malah jam-nya peserta?

Kekisruhan sering terjadi, mengingat seringkali peserta memasukkan dokumen penawaran pada menit-menit terakhir, terlebih untuk lelang pascakualifikasi dengan patokan harga terendah yang menjadi pemenang. Pameo yang berlaku saat itu (bahkan hingga kini ketika lpse sudah sering digunakan) peserta yang memasukkan dokumen penawaran di awal-awal sudah pasti kalah. Ketidakpercayaan terhadap panitia sangat tinggi. Ada persepsi bahwa dokumen penawaran yang masuk di awal sudah pasti bocor nilai penawarannya meskipun kotak pemasukan dokumen penawaran disegel dan digembok rangkap 7, sehingga kebanyakan peserta memilih untuk memasukkan dokumen penawaran di injury time.

Kembali ke persoalan penetapan batas waktu tadi. Solusi yang harus ada yaitu jam yang benar-benar standar, bebas dari kepentingan panitia dan peserta. Tools yang bisa digunakan untuk mengatasi hal ini ada 2, afaik, yaitu Jam Nasional dan Jam di Internet🙂 .

Untuk Jam Nasional, langsung saja telepon (kode area) 103. Misal untuk Jakarta, maka nomor yang dihubungi adalah 021103. Tentu saja sangat disarankan ketika menghubungi nomor tersebut, speaker pada telepon dinyalakan dengan suara keras, sehingga seluruh peserta mendengar. Untuk jam di Internet yang bisa jadi acuan salah satunya adalah jam dari LIPI yang beralamat di http://time.kim.lipi.go.id/.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s