Korban Kalkulus di IPeBe

Siang ini, saya mendapatkan info dari timeline di fesbuk bahwa ada korban mata kuliah kalkulus di Ipebe. Yang bersangkutan tiga kali berturut-turut mengambil mata kuliah tersebut dan mendapatkan nilai E (alias tidak lulus), sehingga terancam mendapatkan status DO.

Ada salah satu temannya yang solider kemudian membuatkan surat cinta untuk pak Rektor IPB (Prof Herry). Awalnya surat cinta tersebut di posting di kolom jurnalisme warga di Republika Online. Sayangnya ketika tautan yang ada saya klik, ternyata kontennya sudah kosong alias sudah dihapus (ntah oleh siapa). Hasil gugling ternyata belum dicache oleh gugel, tetapi ada satu web yang berhasil menyimpannya dengan baik. Sila klik di sini (untuk versi html) atau di sini (untuk versi jpg).

Konstruksi tulisan yang dibuat sangat bagus, cuma saya tertarik di hubungan peternakan dan kalkulus.

Sekitar tahun 2003 ketika saya masuk IPB, ternyata angkatan saya di PS THP, mendapatkan keringanan untuk tidak perlu mengambil 3 mata kuliah, yaitu Kalkulus (di TPB), Rancangan Percobaan (di fakultas) dan Dasar-dasar Pengolahan Data Perikanan (di fakultas) (angkatan sebelumnya mendapatkan ketiga mk tersebut). Namun terjadi perubahan kebijakan pada saat saya di tahun kedua, ketiga mata kuliah tersebut mendadak jadi wajib dan kami masih mendapatkan 1 bonus lagi yaitu mk FIsiologi Hewan Air. Suka atau tidak suka, pasti harus diambil. Namanya juga kuliah, biar cepat lulus🙂 .

Awalnya, juga banyak yang protes, karena merasa tidak perlu. Apa sih hubungan tukang formulasi masak ikan dengan kalkulus, rancob dan DPDP. Ada juga beberapa teman yang tidak lulus (kemudian mengulang di semester pendek), ada juga satu rekan mahasiswa tugas belajar dari Papua yang tidak lulus-lulus. Entah bagaimana penyelesaian kasus yang terakhir ini. Untuk saya pribadi, saya bersyukur mendapatkan mata kuliah tersebut. Logika semakin terasah dengan mengambil beberapa mata kuliah tersebut.

Mudah-mudahan, rekans yang selama ini menganggap mata kuliah ini itu gak penting, dst, sadar; sejelek dan sesusah apapun suatu mata kuliah, pasti ada gunanya. Orang-orang di level pengambil kebijakan pasti menginginkan generasi berikutnya lebih baik dari dirinya. Orang tua yang baik, pasti menginginkan yang terbaik untuk putera-puterinya. Namun adakalanya, satu di antara anak-anaknya yang mungkin terbaik, harus menjadi “korban” agar generasi berikutnya menjadi lebih baik.

catatan tambahan:

Dosen kalkulus di Matematika IPB saya pikir tidak galak dan justru punya selera humor yang tinggi. Silakan cek kisah kalkulusiana di sini, di sana dan twitternya di sini.

2 thoughts on “Korban Kalkulus di IPeBe

  1. aku mbiyen kuliah kalkulus ping akeh banget, kalkulus 1, kalkulus 2, kalkulus lanjut, ijik metode numerik, matematika diskret, wes pokoke komplet,

    ha ncen kuliahe ning matematika karo teknik,

    tp kalo ga ngambil itu, ya ngga akan pernah tau kalo itu semua memang tidak penting,

    yang penting bisa coding, dan logika,

    sekalian disebutkan kuliah pancasila, kewarganegaraan itu jg ga penting
    ngabisin waktu produktif anak muda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s