Semangkuk Wedang Ronde

Sejak pindah ke Jogja di awal tahun 2013 sampai dengan saat ini, setidaknya ada 3 tukang wedang ronde yang menjadi langganan kami sekeluarga. Yang pertama di depan Pasar Legi Kotagede (mungkin lebih dikenal sebagai Pasar Kotagede), di depan swalayan Amanda Jl. Imogiri Timur KM 10, dan di depan MAN Wonokromo Pleret.

Saya sendiri agak lupa berapa harga awal saat kami membeli pertama kali wedang ronde tersebut. Yang jelas saat ini kisaran harganya ada di Rp 4000,- per porsi. Masalah konten (isi) dalam semangkuk wedang ronde mungkin mirip-mirip antara penjual yang satu dengan yang lain. Yang membedakan mungkin hanya masalah taste (rasa) dan volume air yang disajikan.

Konten wedang ronde kurang lebih berupa: 2 sendok kecil kacang tanah kupas kulit ari yang disangrai, beberapa potongan dadu roti tawar, beberapa iris kolang-kaling, (seperti) kue kelepon (2 butir) dengan air gulanya, dan air jahe panas.

Dari beberapa kali membeli, taste (rasa) saat menikmati wedang ronde sangat dipengaruhi hal-hal sebagai berikut:

1. Roti tawar yang digunakan. Roti tawar yang harganya murmer cenderung memberikan efek aroma tidak sedap pada saat wedang ronde dinikmati.

2. Air gula yang digunakan untuk merendam kue kelepon. Air gula ini disimpan dalam toples berikut kue keleponnya. Saat penyajian, biasanya si penjual akan mengambil 2 butir kue kelepon berikut airnya yang ternyata merupakan air gula. Air gula ini berpengaruh ke rasa wedang. Jika gula yang digunakan adalah gula jawa, rasa wedang ronde akan semakin berat dan nikmat, tapi jika gula yang digunakan adalah gula pasir, rasa wedang ronde ringan (enteng).

3. Kacang tanah yang disangrai. Saya prefer tidak menggunakan kacang tanah ini karena cenderung mengganggu saat menikmati wedang ronde.

4. Kolang-kaling. Pre-treatment yang salah terhadap kolang-kaling menyebabkan si kolang-kaling tidak menghasilkan rasa yang menyatu dengan tema-nya dia sebagai bahan pendukung wedang ronde.

Rasa manis dan kehangatan wedang ronde saat diminum di waktu hujan gerimis rintik-rintik memang joss🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s