Talok

Talok atau kersen. Hasil penelusuran di wikipedia, nama latinnya (Muntingia calabura L.). Saat kecil dulu, ada satu buah pohon talok di depan rumah tetangga (yang kini sudah hilang pohonnya). Tinggi dan harus memanjat untuk dapat menikmati buahnya yang manis itu. Bonus dapat marah jika ketahuan bapak🙂

Di area kantor, setidaknya ada 3-4 buah pohon ini. Satu pohon berada di area strategis. Jalur yang sering dilewati oleh warga kantor menuju dan dari mushola milik Polsek di kantor sebelah. Pohon lainnya ada yang diapit antara pos satpam dan pagar, kurang strategis; sedangkan satunya lagi berada di depan guest house milik kantor.

Satu pohon yang strategis tersebut, biasanya dihampiri oleh warga kantor yang hendak sholat dhuhur/ashar ke mushola, maupun sekembalinya. Saat siang, makan buah ini lumayan rasanya. Semacam hidangan pembuka / pendahuluan sebelum pergi ke warung dekat kantor untuk santap siang. Semakin tinggi posisi buah, semakin besar effort yang harus dikeluarkan; dan bisa jadi buah yang akan diraih justru jatuh ke bawah dan tak jadi masuk mulut.

Minusnya saya rasakan belakangan ini. Serasah yang dihasilkan, baik oleh daun maupun buah yang rontok, sangat banyak serta dapat memberikan noda ke paving block (jalan lingkungan) di kantor. Artinya, khususnya untuk yang buah, kecepatan pohon tersebut untuk menghasilkan buah lebih besar dibandingkan dengan kecepatan manusia untuk memakannya. Atau mungkin ada teori lain, dimana daun dan buahnya memang mudah rontok, meski hanya diterpa angin sepoi-sepoi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s