Partikelir

Partikelir, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring/online artinya /par·ti·ke·lir/ a bukan untuk umum; bukan kepunyaan pemerintah; bukan (milik) dinas; swasta: sekolah –; tanah —.

Kosa kata ini dulu sering disebut oleh bapak saya, terutama jika terkait dengan (rencana) kewajiban-kewajiban yang hendak dibebankan sekolah ke para siswa (termasuk di dalamnya adalah anak-anaknya). [Kebetulan sebagian dari rangkaian pendidikan saya (dan adik-adik saya) berada di sekolah swasta (partikelir)]. Misalnya, aturan sepatu untuk sekolah wajib hitam polos, sepatu untuk pramuka bentuknya seperti itu, dst. Masalahnya, sepatu buat kami telanjur dibeli jauh sebelum aturan dari sekolah diberlakukan. Pun, belum tentu semua aturan dari sekolah dapat diterapkan karena sebagian besar mungkin tidak cukup dana untuk membeli sepatu baru buat anak-anaknya, atau karena sepatu hitam polos identik dengan sesuatu yang tidak keren. Sehingga kemudian muncul “sekolah partikelir iki le, nggak po2”. Tentu saja bukan berarti bapak saya mengajarkan ketidakdisplinan. Mungkin karena pengalaman beliau melihat sekolah negeri vs sekolah swasta selama ini. Sekolah negeri identik dengan nilai plus plus, sekolah swasta identik dengan serba dimaklumi.

Bertahun-tahun kemudian, hal serupa saya jumpai. Setelah melanglang buana sepanjang pulau Jawa, saya dan keluarga tinggal di Bantul. Dalam satu kesempatan, pabrik tempat saya mburuh diundang mengikuti upacara pendidikan nasional tingkat kecamatan, yang lokasinya berada di sebuah SMK swasta. Usai upacara yang berlangsung dengan penuh pemakluman tersebut, seluruh perangkat upacara dipanggil oleh Kapolsek untuk pembinaan. Bonus info dari teman sepabrik, petugas pengibar bendera menggunakan sepatu warna-warni. Saya kebetulan tidak memperhatikan detail ini. Ya saya cuma bisa bilang, dimaklumi saja. Swasta ini.

Tentu saja swasta tak melulu identik dengan hal-hal yang harus mendapat pemakluman. Sekolah-sekolah swasta saat ini banyak yang keren dan lebih baik dibandingkan dengan sekolah negeri. Tak dipungkiri, hal ini karena sekolah bisa dibilang merupakan tempat dengan perputaran anggaran yang lumayan besar, yang dengan hal tersebut seluruh perangkat sekolah (kepala sekolah, guru, ortu) bisa berkreativitas dengan berbagai kegiatan dalam rangka peningkatan mutu SDM di sekolah. Hal ini, sedikit maupun banyak, mendongkrak kualitas sekolah di berbagai sisi. Mudah-mudahan, semua pihak bisa amanah. Aamiin.

Selamat hari lahir BKR Laut, Jalesveva Jaya Mahe.

Bantul, 10 September 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s