Perikanan – Agrokompleks

selam - surabaya

Bahwa perikanan saat ini masuk ke pertanian secara umum (agro kompleks), hal ini telah kita alami dan sadari bersama. Contoh yang klir saja: fakultas perikanan dan ilmu kelautan (salah satunya) ada di institut PERTANIAN bogor, departemen perikanan ada di fakultas PERTANIAN ugm.

Sejak jaman purbakala, setelah fase berburu dan meramu, para homo sapiens dikabarkan mulai bercocok tanam. Hingga kemudian mulai membuat alat-alat sederhana yang digunakan untuk bercocok tanam. Dus, hingga kemudian ada sebagian “kecil” yang nyasar, mulai ke area pesisir.

Turun temurun hingga kemudian munculnya raja-raja di tanah jawa, yang sebagian besar riwayatnya terlacak secara tertulis (dibandingkan para homo sapiens yang hanya meninggalkan artefak). Raja-raja inipun kita kenal memulai pemerintahan dari tengah2 pulau, jauh dari area pesisir. Memulai dari pertanian. Termasuk sistem irigasi, penyimpanan benih dan hasil panen secara tradisional yang hingga kini sebagian masih dipraktekkan oleh petani kita.
Air? Pesisir? Paling dekat menurut cerita turun-temurun adalah cerita tentang raja2 kita yang bertapa, mencari wangsit di aliran sungai.

Makanya, among tani dagang layar yang digalakkan di tlatah ngayogyakarta (insya alloh akan ada agendanya Mei yad) perlu disupport dan didukung bersama. Rumangsa melu handarbeni, rumangsa wajib hangrungkebi, mulat sarira hangrasa wani.

*poto di depan museum kapal Selam, Surabaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s