Catatan #Koswara
15 Okt 2010 5 Komentar
Catatan #koswara ini merupakan hasil baca buku “Pelajaran hidup yang tak pernah usai: jalan masih panjang”, buku purnabakti prof jajah koswara. Awalnya kutulis di akun twitterku (yang mana bakal nongol juga di akun fb). Sengaja aku posting ulang di sini, untuk mengingatkanku, menyemangatiku, serta mengembalikanku ke rel dunia penelitian yang benar di kala aku lupa, putus asa dan melenceng.
baca buku “pelajaran hidup yang tak pernah usai: jalan masih panjang”. buku purnabakti prof jajah koswara. #koswara
Once you make mistake on maintaining your honesty, people will not respect you. #koswara
IPB perintis program pascasarjana di indonesia. #koswara
Penelitian membutuhkan cucuran keringat, dan seringkali juga air mata! Hiduplah dengan penelitian! #koswara
Keluarga transmigran tinggal jauh di ujung dunia, hidup tanpa kepastian, berjuang dari hari ke hari seakan tidak habis-habisnya. #koswara
lihatlah anak-anak yang bermain di ladang-ladang gersang penuh ilalang, atau di tempat kerbau berkubang. #koswara
Percobaan yang dianggap gagal karena tidak sesuai hipotesis merupakan keberhasilan karena mencegah penelitian serupa dilakukan lagi.#koswara
Wah, kriteria orang2 yang bisa kerja di bidang valas berbahaya jika dipublish. buku prof jajah #koswara
Saya dan LPSE
03 Mei 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in General Tag:eproc, LPSE, pengadaan
Well, ini merupakan lanjutan dari posting saya sebelumnya. Tak jauh-jauh dari pengalaman beberapa bulan ini.
LPSE merupakan singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik, yang di dalamnya terdapat SPSE (mesinnya). Hampir di tiap Kementerian/Lembaga atau Daerah terdapat LPSE ini. Terlebih lagi pada tahun anggaran 2012 ini, semua berlomba-lomba membuat LPSE. Hal ini sebetulnya juga sejalan dengan Instruksi Presiden SBY di akhir tahun 2011 lalu, bahwa minimal 75% pengadaan di instansi pusat dan 40% di daerah harus menggunakan LPSE (secara elektronik).
Perkenalan saya dengan LPSE dimulai ketika saya mendapat tugas ke Universitas (Negeri) Malang untuk workshop Webometrics pada Oktober 2010. Dalam salah satu sesi kegiatan, kami diajak jalan-jalan oleh instrukturnya (yaitu Pak Johanis Rampisela, dosen Fisika UM) ke Pusat TIK UM (karena saat itu beliau menjabat sebagai Kadiv Perangkat Lunak) untuk melihat-lihat fasilitas, kondisi serta server-nya UM. Salah satu-nya server yang diinstall dengan SPSE untuk LPSE UM. Info saat itu, LPSE UM merupakan satu-satunya LPSE di Malang, sehingga dengan demikian diperlukan kehandalan server mengingat dapat dipastikan bahwa instansi-instansi lain di Malang dsk (dan sekitarnya) pasti akan “numpang” di LPSE UM selama mereka belum punya sendiri. Hal ini juga didukung fakta di lingkup pusat bahwa LPSE Kementerian Keuangan selama ini laris juga menjadi tumpangan instansi lain
.
Pertengahan 2011 saya ditugaskan untuk “bimtek” Eprocurement (eproc) (yang tentu saja terkait dengan LPSE dan SPSE ini). Saat itu, Kementerian tempat saya mburuh belum membuat LPSE dan masih ngikut di LPSE Kementerian Keuangan (LPSE depkeu). Kami diajari step-step dari awal sampai akhir. Walaupun belum banyak latihan dan terlalu singkat, setidaknya gambaran besar sudah diperoleh. Akhir 2011 ada kesempatan sebetulnya untuk lebih memperdalam eproc ini. Sayangnya kesempatan itu lewat (karena banyak staf yang antri kepengen belajar juga). Namun demikian saya bersyukur bahwa internet masih ada sehingga kesempatan belajar masih terbuka luas.
Awal 2012 di kantor induk panitia gedung mengeksekusi Perencanaan via LPSE depkeu. Dari sini saya belajar, bahwa setting waktu sangatlah penting. Apalagi pns di instansi pusat terkenal sangat zibbbuk ruar biasa (sampai-sampai jadwal Aanwijzing terlewat dst). Ketika pada akhirnya Kementerian tempat saya mburuh membuat LPSE sendiri, kantor cabang tempat saya bertugas ikut mendaftarkan panitia-nya. Kami mencoba untuk mengeksekusi beberapa paket kegiatan (sebetulnya baru 2 sih hehehhe…); dan ternyata memang benar bahwa Pengalaman adalah guru yang baik.
Dengan posisi jadi pemegang akun sentral, setidaknya saya harus memastikan bahwa semua berjalan dengan baik dan sesuai prosedur, jadwal tidak ada yang terlupa serta server LPSE tidak ngedrop. Statement bahwa jika dengan eproc panitia bisa tidur nyenyak tidak sepenuhnya benar. Bisa tidur nyenyak hanya karena tidak bertemu dengan rekanan dan preman saat aanwijzing atau saat mau masuk gerbang kantor. Tapi tetap tidak bisa tidur nyenyak karena harus memastikan bahwa saat tahapan krusial selama proses pengadaan, si server tidak ngambek.
Setidaknya, beberapa hal berikut bisa saya intisarikan selama saya menggauli LPSE ini.
1. manual guide tidaklah cukup; sering bertanya ke sekretariat LPSE dan forum.pengadaan.org memberikan keuntungan ilmu yang besar.
2. LPSE tetaplah suatu alat. Mekanisme (dan kecurangan yang terjadi) hampir sepenuhnya tergantung pada manusia-nya.
3. Server eproc/lpse yang ngedrop harus diantisipasi dengan baik. Setidaknya ketika hal ini terjadi, ada tiga hal yang bisa dilakukan sebelum menjalankan suatu keputusan : kirim email ke sekretariat LPSE saat kejadian berlangsung (meminta konfirmasi status server), print screen halaman LPSE yang ngedrop (bisa menggunakan tombol print screen atau add ons di browser mozilla misalnya), dan cek status server melalui pihak ketiga (misalnya http://www.downforeveryoneorjustme.com).
Demikian sharing dari saya, semoga bermanfaat. *masih newbie juga
Saya dan Pengadaan
26 Apr 2012 2 Komentar
Bekerja sebagai babuabdinegara, kata pengadaan bukan merupakan suatu hal yang asing. Sebetulnya, bekerja dimanapun tempatnya sedikit banyak pasti terkait dengan yang namanya pengadaan/procurement/purchasing. Suatu hal yang simple mungkin bisa menjadi contoh: beli bensin/BBM buat jadi kurir.
Sedikit mengerti tentang situasi di lingkungan oknum dan mafia pemerintah, mau tidak mau, suka atau tidak suka; membuat seorang kroco seperti saya belajar untuk beradaptasi mempertahankan diri terhadap serbuan, godaan, gangguan, hambatan dan tantangan yang menyebabkan SK CPNS pertama saya sebagai calon peneliti luntur. Namun godaan pekerjaan yang namanya pengadaan harus saya lakoni mulai triwulan II tahun lalu. Belajar berbagai peraturan, baca berbagai dokumen, mengedit standar dokumen dari LKPP yang tebelnya minta ampun, kenalan sama rekanan, ribut sama rekanan, berantem pas aanwijzing, belajar evaluasi dokumen dan tak lupa disuruh pakbos safari keliling pulau Jawa karena lokasi pengadaan ada di beberapa kota/daerah di pantai utara dan pantai selatan Jawa.
Cerita serem, unik, aneh dan mungkin sebagian sudah menjadi rahasia umum sering saya dengar. Belajar dari itu (maksudnya belajar yang bener untuk praktek/aplikasi yang bener juga), akhirnya saya mendapatkan salah satu sumber ilmu yang bermanfaat untuk maniak PBJ di Indonesia (berdasar PerPres 54 Tahun 2010), yaitu di forum.pengadaan.org yang dikomandani oleh pak Khalid Mustafa.
Banyak pertanyaan yang terjawab dengan tuntas. Banyak perdebatan seru (tapi tentu saja menggunakan pakem), banyak materi pelajaran yang mungkin sudah sangat tinggi, tapi tak sedikit pula banyak pertanyaan lugu dari newbie seperti saya. Akhirnya sedikit banyak saya juga berusaha meramaikan suasana di sana (dengan banyak nanya, lho!).
Akhirnya, ujung-ujungnya, postingan ini saya tutup. Semoga saya selamat sampai akhir masa pengabdian saya nanti. Kalau mengutip dari webnya LKPP: Pengadaan yang Kredibel Menyejahterakan Bangsa. Semoga!
Project yang (takpernah) Usai
03 Mar 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Riset Tag:bbrp2b, webometrics
Well, dengan kepindahan tempat kerja semenjak tahun 2012 ini, ada semacam kegamangan dalam diri saya mengenai masa depan beberapa project yang dulu pernah saya handle di level teknisnya. Hampir semuanya terkait dengan pengembangan sistem informasi berbasis web.
Dulu, disamping usaha sampingan di luaran, saya sempat menginstall beberapa aplikasi cms web untuk kantor lama. Beberapa diantaranya yaitu poliblog ENotes (wordpress), E Journal (menggunakan OJS), database “komposisi proksimat” ikan (hasil kursus ngoding), aplikasi sistem pendaftaran online untuk seminar (gabungan html biasa dengan aplikasi pihak ketiga) serta beberapa web lagi yang dibuat dengan menggunakan html pull.
Sejatinya, kebanyakan aplikasi yang diinstall digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan suatu kompetisi perankingan institusi berbasis web (webometrics untuk R n D). Seperti penggunaan wordpress yang disinyalir ampuh untuk meningkatkan nilai indikator size (saya gunakan juga untuk optimasi indikator rich files), ojs yang sangat powerfull untuk indikator scholar dan sebagainya. Sejauh ini aplikasi tersebut di atas menunjukkan hasilnya. Pada dua edisi terakhir (Juli 2011 dan Januari 2012, setelah domain dkp.go.id menjadi kkp.go.id awal Januari 2011) posisi web kantor lama selalu di posisi 4 Indonesia.
Saya pribadi sempat “tidak pegang” sama sekali keberadaan aplikasi-aplikasi tersebut di akhir 2011. Awal 2012, saya sempatkan mengecek keberadaan mereka. Beberapa kejutan misalnya ENotes (wordpress) disusupi spam, database “komposisi proksimat” ikan menyusut datanya (tadinya ada 100-an data, hanya tersisa 10 data saja) dan beberapa lagi lainnya. Bahkan sebetulnya web yang berbasis full html tidak pernah diupdate lagi sejak dibuat. Namun, nomor 4 Indonesia (dan nyaris menjadi nomor 3 Indonesia) masih tetap bisa dipegang dengan kondisi yang seperti ini.
Tanggal 27 Februari 2012 lalu, IPB mengadakan seminar nasional (yang namanya panjang sekali) dengan nama pendek seminar webo. Pembicaranya dari beberapa institusi yang memang jawara di webometrics (ada ITS dengan repositorynya, ada LIPI yang nomor 1 untuk R n D, puncaknya ada Isidro yang merupakan “pembuat” webometrics). Saya pribadi tidak hadir, namun panitia seminarwebo sunggu baik sekali. Dari websitenya (seminarwebo.ipb.ac.id), kita bisa mendapatkan makalah dan presentasi pembicara serta mengetahui peserta yang datang darimana saja.
Beberapa institusi R n D yang ikut hadir misalnya LIPI, litbang deptan, litbang ESDM, litbang PU, litbang Kemenkes dll. Dua yang terakhir memang belum masuk katalog dan perankingan webometrics. Namun, pada pertengahan 2011 saya sempat mengukur bahwa jika litbang Kemenkes masuk ke dalam list webometrics R n D, maka webnya berpeluang untuk langsung jadi nomor 3 atau 4 Indonesia. Apalagi litbang PU dengan segala macam SNI konstruksi bangunan yang bersumber dari mereka
. Kiranya, admin (dan tim) kantor lama harus siap untuk mempertahankan posisi yang telah ada.
Untuk hal tersebut di atas, tulisan ini saya buat. Why? Ya, saya memang punya akun untuk mengakses level admin nun jauh di sana; cuma netiket mengatakan bahwa saya tidak punya legal akses untuk hal itu. Mohon maaf jika tidak bisa membantu dan hasilnya masih sama seperti yang dulu.
Thanks
Update:
beberapa gambar terkait bisa dilihat pada link berikut.
