Dibalik Layar Aggregator(?) Bunderan HI

Catatan : Mohon dibaca dengan lengkap, utuh dan teliti; soalnya saya mau minta saran2 dari sampeyan. Okeh🙂

Bendera BHIBeberapa hari yang lalu, saya mendapat mandat *halah* dari Bapak Presiden Bunderan HI untuk membuat sebuah webset yang gunanya untuk mengaggregat tulisan warga Bunderan HI. Setelah nanya sanasinisinu, googling sana dan situ; dengan melihat berbagai hal, menimbang dan memperhatikan berbagai faktor; akhirnya diputuskan dan ditetapkan untuk menggunakan blogspot dan pake subdomain yang gratisan.

Sepanjang yang kita ketahui bersama selama ini, yang namanya aggregator biasanya dibangun pake wordpress. Entah pake engine atau plugin apa saya juga gak begitu jelas (males gugling arsip milis). Yang jelas, aggregator BHI ini:

1. Pakai blogspot dan gratisan🙂

2. Pake templet 3 kolom dari sini (terima kasih buat Kang Kombor atas infonya)

3. Untuk list feed yang ada di sidebar, pakai menu dari blogspot

4. Untuk resume tulisan yang ada di tengah, pakai layanan dari feed digest.

5. Lain-lainnya saya pikir kurang begitu penting untuk dituliskan di sini.

Yang ingin saya mintakan saran dari sampeyan (ya, anda) adalah yang no 4. Awalnya saya pakai layanan dari FeedJumbler (niru dari situs www.kombor.com). Namun ternyata, hasil olahan dari feedjumbler ini berat banget untuk diakses, baik ditempat aselinya maupun ketika sudah diinput ke templatenya blog; dan anehnya ketika ngakses yang www.kombor.com koq begitu ringan ya? Padahal sama2 pake feedjumblernya. Ada yang bisa ngasih tahu kenapa hal ini terjadi???

Nah akhirnya pakai feeddigest, cuman sayangnya feeddigest yang gratisan hanya bertahan selama 1 bulan dan hanya bisa untuk 10 url blog saja. Artinya, dengan sekitar 20 blog yang diaggregat, saya memerlukan 3 akun feeddigest : 2 untuk mengaggregat masing2 10 situs (blog) dan 1 akun lagi untuk menyatukan hasil dari 2 akun tadi. Dengan demikian, kalo ini terjadi (maksudnya masih pakai feeddigest yang versi gratisan), hampir dapat dipastikan bahwa saya akan membuat membuat 3 akun feeddigest tiap bulannya. Hal ini tentu saja gak nyaman dan membuat sampah. Ada IDE???

32 thoughts on “Dibalik Layar Aggregator(?) Bunderan HI

  1. Aku njane yo pengin yen melu nongkrong ning BHI, tapi wektune ki wengi temen yo..rodo sore sitik raiso to?sekitar jam8an…soale mengko yen mulih luwih jam 10 wengi raono busway ki,,,😛

  2. lah kok iso ra metu feed-ku? feedku kan ono 2 kuwi… i-bebek.net/index.php/feed karo i-bebek.net/index.php/feed/atom
    kalo tetep ra iso mungkin perlu ngobrak abrik si zam… coz neng agregator’e cahandong feed-ku metuuw.. :p

  3. Kang Luthfi,

    Kalau boleh saran sedikit… Kalau boleh, hehehe.
    2. Template 3 kolom yang dipakai itu memang aseli berat. Bahkan untuk blog biasa pun saya pernah pakai dan beratnya minta ampun. Oleh karena itu, lebih baik pakai template Minima lalu dibikin 3 kolom sendiri. Hack yang berat-berat nggak akan digunakan kok di agregator itu.

    4. Saya masih make FeedJumbler:
    4.A. Feed jumbler untuk menggabungkan post RSS dari semua blog saya.
    4.B. Feed jumbler untuk menggabungkan comment RSS dari semua blog saya.

    Trik saya:
    1. Alhamdulillaah wa syukurilah, blogger memungkinkan kita main java script pada posting. Itulah yang saya manfaatkan. Jadi, http://www.kombor.com itu hanya berisi 1 posting yang diisi 2 buah java script untuk post dan komentar.

    2. Batasi jumlah post yang akan diambil dari masing-masing blog. Rekomendasi saya 1 – 3 saja. Gunakan parameter numentries=x. Umm.. kalau saya lihat sih sebenarnya di agregator b-h-i juga sudah dibatasi ya.

    Coba Kang Luthfi ganti templatenya dan lakukan trik nomer 1 di atas. Mudah-mudahan bisa mempercepat waktu momot seluruh isi agregator BHI.

    EKSPERIMEN yang akan saya lakukan.
    Kita semua tahu bahwa di Blogger bisa dilakukan post by email. Ada email khusus yang bisa dikirimi tulisan yang bisa diset untuk langsung dipublikasikan. Multiply juga punya. WP.com sepertinya belum punya.

    Nah, saya mau bereksperimen dengan berlangganan feed lewat email dengan layanan feedburner. Emailnya menggunakan posting email dari blog yang akan digunakan sebagai agregator. Dengan cara seperti ini, kalau berhasil, feed akan masuk menjadi posting pada blog pengagregasi.

    Nanti saya informasikan baik berhasil/gagalnya eksperimen tersebut.

  4. wah bikin aggregator via blogspot ya?
    waduh saya malah baru tau kalo ini bisa.
    setau saya ya paling enak pake wordpress.org

    ato pake google reader?
    eh tapi personal ding ya.
    ga bisa buat umum
    :((

    *mikir*
    udaaaaah, beli domain aja, 150rb buat setaun aja
    dipasang WP, trus cari plugin buat bikin aggregator
    (pilihan terakhir)

  5. @ kang kombor = syukron Kang atas elmunya
    sekarang saya jadi tercerahkan, dan terjawab sudah bebrapa pertanyaan saya … mengapa koq
    1. berat —- templetnya ternyata pengaruh😉
    2. tulisan
    Tidak ada posting yang sesuai dengan query Anda. Tampilkan semua posting koq gak ada di blognya sampeyan — ternyata scriptnya masuk lwt postingan🙂

  6. Ping-balik: Cita-Cita Yang Tak Kunjung Sampai « Anggara First

  7. Ping-balik: Report Aggregator BHI « Bogor – Jakarta (hampir) Setiap Hari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s